RESUME PERTEMUAN KE 2 (PERKEMBANGAN PENCAK SILAT DI INDONESIA DAN ASPEK-ASPEK KEILMUAN YANG TERKANDUNG DIDALAMNYA)

NAMA : DENYSA PUTRI AULIA
NIM      : 200604848019
KELAS : 2020A

Sejarah Ikatan Pencak Silat Indonesia 

IPSI adalah sebuah organisasi Nasional Pencak Silat yang resmi untuk menyaring bibit-bibit atlet dan menetapkan peraturan yang ada dalam pencak silat. Pencak silat adalah budaya tradisional Indonesia yang semakin berkembang pesat setiap tahunnya. Bahkan kini pencak silat sudah dikenal dan ada diberbagai negara baik Asia maupun Eropa.Pencak Silat merupakan unsur-unsur kepribadian bangsa Indonesia yang dimiliki dari hasil budi daya yang turun temurun.

A. Perkembangan pada zaman sebelum penjajahan Belanda 

Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas, yaitu para penduduk daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka, serta berbagai kelompok etnik lainnya yang menggunakan lingua franca bahasa Melayu di berbagai daerah di pulau-pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lainnya juga mengembangkan sebentuk silat tradisional mereka sendiri. 

Sheikh Shamsuddin berpendapat bahwa terdapat pengaruh ilmu beladiri dari Cina dan India dalam silat. Sebagai contoh, bangsa Melayu terutama di Semenanjung Malaka meyakini legenda bahwa Hang Tuah dari abad ke-14 adalah pendekar silat yang terhebat. Hal seperti itu juga yang terjadi di Jawa, yang membanggakan Gajah Mada. 

Perkembangan dan penyebaran silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum Ulama, seiiring dengan penyebaran agama Islam pada abad ke-14 di Nusantara. Catatan historis ini dinilai otentik dalam sejarah perkembangan pencak silat yang pengaruhnya masih dapat kita lihat hingga saat ini. Tata pembelaan diri di zaman tersebut yang terutama didasarkan kepada kemampuan pribadi yang tinggi, merupakan dasar dari sistem pembelaan diri, baik dalam menghadapi perjuangan hidup maupun dalam pembelaan berkelompok. 

Para ahli pembelaan diri dan pendekar mendapat tempat yang tinggi di masyarakat. Begitu pula para empu yang membuat senjata pribadi yagn ampuh seperti keris, tombak dan senjata khusus. Pasukan yang kuat di zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit serta kerajaan lainnya di masa itu terdiri dari prajurit-prajurit yang mempunyai keterampilan pembelaan diri individual yang tinggi.

B. Perkembangan Pencak Silat pada zaman penjajahan Belanda

Suatu pemerintahan asing yang berkuasa di suatu negeri jarang sekali memberi perhatian kepada pandangan hidup bangsa yang diperintah. Sehingga perkembangan kehidupan Pencak Silat atau pembelaan diri bangsa Indonesia yang dulu berakar kuat menjadi kehilangan pijakan kehidupannya. Kesempatan-kesempatan yang dijinkan hanyalah berupa pengembangan seni atau kesenian semata-mata masih digunakan di beberapa daerah, yang menjurus pada suatu pertunjukan atau upacara saja.

C. Perkembangan Pencak Silat pada zaman penjajahan Belanda

Sekalipun Jepang memberikan kesempatan kepada kita untuk menghidupkan unsur-unsur warisan kebesaran bangsa kita, tujuannya adalah untuk mempergunakan semangat yang diduga akan berkobar lagi demi kepentingan Jepang sendiri bukan untuk kepentingan Nasional kita. Namun kita akui, ada juga keuntungan yang kita peroleh dari zaman itu. Kita mulai insaf lagi akan keharusan mengembalikan ilmu Pencak Silat pada tempat yang semula didudukinya dalam masyarakat kita.

D. Perkembangan Pencak Silat pada Zaman Kemerdekaan

Walaupun di masa penjajahan Belanda Pencak Silat tidak diberikan tempat untuk berkembang, tetapi masih banyak para pemuda yang mempelajari dan mendalami melalui guru-guru Pencak Silat, atau secara turun-temurun di lingkungan keluarga. Jiwa dan semangat kebangkitan nasional semenjak Budi Utomo didirikan mencari unsur-unsur warisan budaya yang dapat dikembangkan sebagai identitas Nasional. Melalui Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia maka pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta terbentuklah IPSI yang diketuai oleh Mr. Wongsonegoro.

Prosesi sejarah Berdirinya I.P.S.I. di Surakarta.

Prosesi sejarah Berdirinya I.P.S.I. yang didirikan pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta, adalah organisasi nasional Pencak Silat tertua di dunia dan satu-satunya organisasi nasional Pencak Silat di Indonesia. Bapak-bapak pendiri IPSI adalah :

A. Tujuan Berdirinya IPSI

1. Mempersatukan dan membina seluruh perguruan Pencak Silat di Indonesia.

2. Melestarikan, mengembangkan dan memasyarakatkan Pencak Silat beserta nilai-nilainya.

3. Menjadikan Pencak Silat dan nilai-nilainya sebagai sarana pembangunan bangsa dan akhlak

B. Asas IPSI

Asas IPSI adalah Pancasila. Kehidupan dan hubungan di lingkungan IPSI didasarkan pada semangat kekeluargaan, kebersamaan dan kesetiakawanan dalam kerangka persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang majemuk. IPSI tidak berafiliasi, berorientasi dan berfungsi politik.

C. Wilayah Kerja IPSI

Skala kegiatan IPSI meliputi seluruh wilayah Indonesia. Jumlah seluruh anggota IPSI sekitar 800-an perguruan Pencak Silat, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan mengajarkan sekitar 150 aliran Pencak Silat. Karena itu, Indonesia disebut sebagai negara sumber Pencak Silat yang terbesar. 

D. Klasifikasi 10 Perguruan Pencak Silat Historis di Indonesia.

Ada 10 perguruan yang berkualifikasi sebagai perguruan historis atau anggota khusus IPSI Pusat. Nama-nama perguruan tersebut tersebut adalah : 

1. Persaudaraan Setia Hati.

2. Persaudaraan Setia Hati Terate.

3. Perisai Diri.

4. Perisai Putih.

5. Tapak Suci.

6. Phasadja Mataram.

7. Perguruan Pencak Indonesia (PERPI) Harimurti.

8. Persatuan Pencak Seluruh Indonesia (PPSI).

9. Putra Betawi.

10.Nusantara.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

8 Penjuru Mata Angin dan Gerakan Sikap Kuda-kuda